|
Agama -
Sejarah
|
|
Majelis-majelis ilmu beliau yang dipenuhi para ulama dan pancari ilmu, adalah benteng peradaban Islam yang menghadang serangan peradaban-peradaban asing. Disana didik para ulama dan pemikir besar yang mengenalkan ilmu-ilmu keislaman dan kemanusiaan secara bersamaan.
Aktifitas-aktifitas beliau dalam bisang pensucian jiwa juga menunjukkan perhatian beliau terhadap pembentukan pribadi-pribadi saleh. Beliau juga membuat perencanaan matang untuk masa depan umat, dengan menyiapkan generasi kompeten yang menjaga warisan ilmu dari masa keemasan itu, hingga akhirnya sampai ketangan kita sekarang.
Beliau dikenal engan gelar-gelar Kazhim al-Ghaidh (yang menahan amarah), abid (ahli ibadah), Taqi (bertaqwa), Bab Hawaij (pintu terkabulnya hajat). Beliau tidak pernah menyerah dihadapan para penguasa Bani Abbas yang bertujuan membekukan segala aktifitas beliau. Semua ini berliau lakukan demi menjaga kelangsungan risalah agama dan umat Islam serta melindungi generasi saleh dari serangan zaman yang bertubi-tubi
Imam agung ini tetap teguh di atas garis agama ini dan mengorbankan semua yang dimilikinya demi agama kakeknya , sampai akhirnya beliau syahid teracuni pada dua puluh lima Rajab tahun 183 atau 184 H.
Salam sejahtera kepada Beliau, pada saat ia dilahirkan, saat berjihad di jalan ALLAH, saat syahid, dan saat ia dibangkitkan.
(diambil dan disadur total tanpa dikurangi atau ditambah dari buku :Wali dari balik jeruji Musa Kazhim terbitan Al Huda)
|